Mahasiswa FH Unila Tuntaskan Global Volunteer di Mesir, Bawa Misi SDG 8

BANDAR LAMPUNG, NARASILAMPUNG.ID — Pengalaman internasional kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Lampung (Unila). Rahma Khoirunnisa, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum (FH) Unila angkatan 2024, berhasil menyelesaikan program Global Volunteer (oGV) bertajuk “On The Map” di Kairo, Mesir.

Program tersebut berlangsung selama satu bulan, mulai 1 Juli hingga 29 Juli 2026, dengan mengangkat isu Sustainable Development Goal (SDG) 8, yakni Decent Work and Economic Growth atau pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Project On The Map diselenggarakan oleh AIESEC in Cairo University sebagai host organization dengan Peramun Travel sebagai OP Taker. Dalam pelaksanaannya, Rahma atau yang akrab disapa Nisa bergabung bersama sembilan Exchange Participants (EP) dari berbagai negara.

Selama berada di Mesir, para peserta berkolaborasi dalam berbagai kegiatan yang memberikan dampak bagi masyarakat lokal di Kairo dan sekitarnya. Aktivitas yang dilakukan mencakup interaksi langsung dengan masyarakat, promosi kegiatan sosial, kerja tim, cultural exchange, hingga eksplorasi budaya di sejumlah wilayah Mesir.

Bagi Nisa, Global Volunteer tidak sekadar menjadi kesempatan untuk melakukan kegiatan sosial. Program tersebut juga menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan berbagai kemampuan yang dibutuhkan dalam menghadapi lingkungan global.

Selama program, ia mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, adaptabilitas, serta kerja sama tim bersama peserta dari berbagai latar belakang negara.

“GV di Mesir menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Saya tidak hanya belajar tentang volunteering, tetapi juga belajar menjadi lebih mandiri, terbuka, dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Bertemu orang-orang dari berbagai latar belakang juga memberikan banyak perspektif dan kenangan yang berharga,” ujar Rahma Khoirunnisa, Exchange Participant Global Volunteer AIESEC in Unila.

Menurutnya, pengalaman selama berada di Mesir juga mendorong dirinya untuk keluar dari zona nyaman dan menghadapi berbagai situasi baru.

“Selama berada di Mesir, saya mendapatkan banyak pengalaman baru yang membuat saya keluar dari comfort zone dan belajar menghadapi berbagai situasi yang sebelumnya belum pernah saya alami. Pengalaman ini menjadi salah satu perjalanan yang sangat berarti bagi saya dan akan selalu saya ingat,” tuturnya.

Program On The Map memberikan dampak yang dirasakan oleh kedua pihak. Masyarakat lokal memperoleh manfaat dari berbagai aktivitas sosial yang dijalankan, sementara para peserta mendapatkan pengalaman pembelajaran langsung dalam lingkungan internasional.

Pengalaman tersebut menjadi contoh penerapan experiential learning, ketika proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan lingkungan yang memiliki latar belakang budaya berbeda.

Bagi mahasiswa, pengalaman Global Volunteer menjadi kesempatan untuk membangun kemandirian, memperluas wawasan global, serta meningkatkan kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi.

Melalui pengalaman Rahma di Mesir, keterlibatan mahasiswa dalam program internasional juga menunjukkan bahwa pembelajaran dan kontribusi sosial dapat berjalan beriringan. Semangat tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak mahasiswa untuk mengambil kesempatan belajar di tingkat global sekaligus berkontribusi terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *