Mahasiswa Unila Jalani Global Volunteer di Vietnam, Kenalkan Bahasa Inggris dan Budaya
BANDARLAMPUNG, NARASILAMPUNG – Komitmen dalam mendukung pendidikan anak usia dini dan diplomasi budaya di tingkat internasional kembali diwujudkan oleh mahasiswa Universitas Lampung (Unila). Artika Permata, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan angkatan 2023 dari Kelas Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila, baru saja menuntaskan program Global Volunteer bertajuk English Learning & Cultural Exchange di Ho Chi Minh, Vietnam. Program yang difasilitasi oleh AIESEC in Unila ini berlangsung selama kurang lebih enam minggu, sejak 20 Juni hingga 1 Agustus 2026.
Proyek sosial ini diselenggarakan untuk mendukung proses pembelajaran anak usia dini di tingkat taman kanak-kanak melalui pembelajaran Bahasa Inggris yang interaktif, aktivitas kelas kreatif, serta permainan edukatif. Bertempat di Me Since 1998 Kindergarten dan bekerja sama dengan AIESEC in HCMCOU (FHCMC), Artika bertindak sebagai pendamping guru kelas (supporter) untuk membantu sekitar 17 siswa taman kanak-kanak dan tiga tenaga pengajar lokal.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring (offline) dengan dinamika penugasan yang unik. Pada dua minggu pertama, Artika menjalankan kegiatannya secara mandiri bersama pihak sekolah dan para guru. Memasuki minggu ketiga, sukarelawan internasional lainnya mulai bergabung sehingga pola kerja sama tim menjadi semakin luas dan kolaboratif.
Rangkaian agenda harian meliputi pendampingan kelas, pelatihan percakapan Bahasa Inggris dasar, permainan edukatif, serta berbagi cerita kebudayaan (cultural sharing). Melalui pendekatan yang menyenangkan, para siswa tidak hanya diajak untuk berlatih Bahasa Inggris secara aktif, tetapi juga dikenalkan pada interaksi lintas budaya sejak dini. Di sisi lain, proyek ini menjadi wadah bagi Artika untuk mengasah kemandirian, kemampuan komunikasi, adaptabilitas, serta kerja sama tim dalam lingkungan internasional.
“Pengalaman saya mengikuti Global Volunteer sangat bermakna. Saya mendapatkan kesempatan untuk membantu guru, berinteraksi dengan anak-anak, dan belajar mengenai budaya Vietnam. Menjadi satu-satunya volunteer selama dua minggu pertama juga mengajarkan saya untuk menjadi lebih mandiri dan mampu beradaptasi dengan situasi baru. Saya bersyukur mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi dalam bidang pendidikan sekaligus belajar dari komunitas lokal dan volunteer lainnya,” ungkap Artika.
Kehadiran Artika dalam proyek Global Volunteer ini membuktikan bahwa peran aktif mahasiswa tidak hanya memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran anak-anak di luar negeri, tetapi juga memperkuat ruang pertukaran budaya antarnegara.
