Unila Edukasi Mitigasi Longsor, Dorong SMAN 17 Bandar Lampung Jadi Sekolah Tangguh Bencana

BANDARLAMPUNG, NARASILAMPUNG.ID – Universitas Lampung (Unila) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Unggulan menggelar edukasi mitigasi bencana tanah longsor di SMAN 17 Bandar Lampung, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan ini dilakukan karena sekolah berada di kawasan perbukitan dengan potensi gerakan tanah tingkat menengah hingga tinggi.

Topografi sekolah yang relatif curam, indikasi keretakan bangunan, serta pengalaman terjadinya runtuhan tanah di belakang ruang kelas saat hujan deras menjadi dasar pentingnya pembentukan Sekolah Tangguh Bencana.

Program dipimpin Rahmi Mulyasari dari Teknik Geologi bersama Nandi Haerudin (Teknik Geofisika), Dikpride Despa (Teknik Elektro), Aminudin Syah (Teknik Sipil), dan Muhammad Al Khawarizmi (Teknik Informatika). Kolaborasi multidisiplin tersebut mendukung analisis potensi longsor, pemetaan risiko, hingga kajian kestabilan lereng.

Ketua Tim PKM Unila, Rahmi Mulyasari, mengatakan edukasi terstruktur diperlukan agar guru dan siswa memiliki kesiapsiagaan serta mampu bertindak mandiri saat terjadi bencana. Materi meliputi pengenalan potensi longsor, tanda-tanda alam yang perlu diwaspadai, prosedur evakuasi, dan langkah mitigasi darurat.

Sebanyak 32 guru dan siswa mengikuti kegiatan melalui ceramah, diskusi, dan simulasi. Tim PKM Unila bersama warga sekolah juga memetakan area rawan longsor, menyusun peta risiko, memasang plang jalur evakuasi, serta menetapkan titik kumpul yang aman dari jangkauan material longsoran.

Mahasiswa Unila dari Program Studi Teknik Geologi dan Teknik Geofisika turut dilibatkan untuk memberikan edukasi mengenai peta zonasi rawan longsor kepada siswa dan guru.

Kepala SMAN 17 Bandar Lampung, Linda Kurniasari, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kolaborasi tersebut dan mendorong sosialisasi serta simulasi dilakukan secara berkala. Tim PKM Unila juga berkomitmen melanjutkan pendampingan dan evaluasi agar mitigasi bencana menjadi budaya keselamatan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *