BEM FK Unila Edukasi Siswa soal Hipertensi dan Sindrom Metabolik

BANDAR LAMPUNG, NARASILAMPUNG.ID — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila) menggelar kegiatan edukasi kesehatan bertajuk ARTEMIS (Action for Risk Reduction of Hypertension and Metabolic Syndrome), di Gedung D fakultas setempat, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Rangkaian kegiatan Medora Project Bulan Bakti ini mengusung tema “Hipertensi dan Sindrom Metabolik: Faktor Risiko, Pencegahan, dan Strategi Pengelolaannya”.

Kegiatan menghadirkan dr. Muhammad Aditya, SpJP, M.Epid, sebagai narasumber. Dia menjelaskan pentingnya deteksi hipertensi melalui pengukuran tekanan darah yang benar serta konfirmasi diagnosis untuk memastikan seseorang mengalami tekanan darah tinggi.

“Pemahaman ini dinilai penting, agar masyarakat tidak mengabaikan kondisi kesehatan yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular,” katanya.

Selain deteksi dini, materi juga membahas pengendalian hipertensi melalui perubahan gaya hidup, aktivitas fisik, pengobatan sesuai indikasi, serta pemantauan tekanan darah untuk mencapai target yang ditetapkan tenaga kesehatan.

Peserta turut mendapatkan edukasi mengenai pencegahan sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskular, termasuk pengendalian obesitas, diabetes, dislipidemia atau gangguan kadar lemak darah, serta hipertensi.

Berbagai faktor tersebut saling berkaitan dan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila tidak ditangani dengan baik.

Narasumber juga menekankan pentingnya mengenali komplikasi berbahaya, terutama tanda-tanda serangan jantung dan stroke.

Pengenalan gejala sejak awal diharapkan membantu masyarakat segera mencari pertolongan medis sehingga risiko keterlambatan penanganan dapat dikurangi.

Sementara itu, Wakil Ketua BEM FK Unila, Heavenly Princessa, berharap kegiatan Main Act Bulan Bakti Medora Project dapat memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pencegahan penyakit tidak menular.

“Diharapkan generasi muda semakin memahami pentingnya pencegahan hipertensi dan sindrom metabolik sejak dini serta mampu mengedukasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat,” ucapnya.

Rangkaian kegiatan ARTEMIS tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta juga mengikuti Post to Post Education yang dibantu oleh tim Bemengajar FK Unila.

Sesi lanjutan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta melalui edukasi mengenai faktor risiko, deteksi dini, pencegahan, dan pengelolaan hipertensi serta sindrom metabolik.

Melalui kegiatan tersebut, Medora Project BEM FK Unila mendorong agar edukasi kesehatan tidak hanya berhenti pada penambahan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan pola makan seimbang, pembatasan asupan garam, aktivitas fisik teratur, serta pemeriksaan kesehatan berkala menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan jangka panjang.

Ketua Pelaksana ARTEMIS, Jeraldy Wijaya, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan yang terlaksana sesuai dengan rangkaian acara yang telah direncanakan.

Dengan melibatkan sekitar 150 siswa dan masyarakat umum dari berbagai wilayah di Kota Bandar Lampung, ARTEMIS diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi kesehatan mengenai risiko hipertensi dan sindrom metabolik serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak dini.

“Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kembali kepada keluarga maupun lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *