Tim GARA Fakultas Pertanian Unila Juarai Astra Honda SDGs Future Leaders Regional Lampung 2026

BANDARLAMPUNG, NARASILAMPUNG.ID – Tim GARA dari Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara pada ajang Astra Honda SDGs Future Leaders Regional Lampung 2026. Melalui program inovatif bertajuk “Gentar Rahayu”, tim mahasiswa ini menghadirkan solusi berbasis pertanian sirkular dengan mengolah limbah tongkol jagung menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim.

Program tersebut dikembangkan di bawah bimbingan Dr. Tri Maryono, S.P., M.Si. Tim GARA dipimpin oleh Tri Santoso dari Program Studi Proteksi Tanaman, bersama lima anggota, yakni Ardina Fatma Sari (Proteksi Tanaman), Sella Amalia Kharomah (Peternakan), Fadhilah Akbar (Peternakan), Hendi Triono (Agronomi dan Hortikultura), serta Musyafa Dzaki Fachriansyah (Proteksi Tanaman).

Melalui inovasi tersebut, Tim GARA berhasil mengonversi limbah tongkol jagung menjadi dua produk fungsional, yaitu biochar sebagai pembenah kualitas tanah dan pestisida nabati yang ramah lingkungan. Program ini telah diimplementasikan di Desa Tri Rahayu, Kabupaten Pesawaran, sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung pengurangan emisi dari pembakaran limbah pertanian.

Ketua Tim GARA, Tri Santoso, mengatakan bahwa program Gentar Rahayu dirancang untuk mendorong terciptanya sistem pertanian sirkular yang melibatkan petani sebagai pelaku utama perubahan.

“Kami menginisiasi sistem pertanian sirkular yang menempatkan petani sebagai aktor utama. Limbah pertanian tidak lagi dibakar atau dibuang menjadi sampah, melainkan diolah kembali menjadi sumber daya baru yang ramah lingkungan dan memiliki nilai jual,” ujarnya.

Program Gentar Rahayu disusun secara komprehensif dari hulu hingga hilir untuk mendukung pencapaian berbagai target Sustainable Development Goals (SDGs). Dampak program mencakup pengentasan kemiskinan (SDG 1), penguatan ketahanan pangan (SDG 2), konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12), penanganan perubahan iklim (SDG 13), pelestarian ekosistem daratan (SDG 15), serta penguatan kemitraan (SDG 17).

Keberhasilan Tim GARA tidak lepas dari kolaborasi multidisiplin yang memadukan kajian ilmiah dengan strategi pemberdayaan masyarakat. Sinergi mahasiswa dari berbagai program studi tersebut menghasilkan rancangan program yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Atas prestasi tersebut, Fakultas Pertanian dan jajaran pimpinan Universitas Lampung memberikan dukungan penuh melalui fasilitas konsultasi, pembinaan, serta pendampingan akademik untuk pengembangan program lebih lanjut.

Setelah meraih kemenangan di tingkat regional, Tim GARA berkomitmen memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, dan dunia usaha. Langkah ini dilakukan untuk menyempurnakan program menuju kompetisi tingkat nasional sekaligus memperluas implementasi model Desa Pertanian Sirkular Gentar Rahayu ke berbagai sentra produksi jagung di Indonesia.

Keberhasilan Tim GARA menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa Universitas Lampung mampu menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan lingkungan dan pertanian berkelanjutan. Melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis, ekonomi, sekaligus sosial bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *