Gubernur Mirza Tutup Lasef 2026, Dorong Ekonomi Syariah Jadi Sumber Pertumbuhan Baru
BANDARLAMPUNG, NARASILAMPUNG.ID — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menutup kegiatan Lampung Sharia Economic Festival (Lasef) Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia Provinsi Lampung di Lampung City Mall, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi ajang pengembangan UMKM, promosi produk halal, perluasan akses pembiayaan syariah, serta penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Lampung.
Gubernur Mirza mengapresiasi penyelenggaraan Lasef 2026 yang dinilai mampu menghadirkan ekonomi syariah secara nyata melalui berbagai kegiatan seperti pameran UMKM, bazar kuliner halal, business matching, dan promosi produk unggulan daerah.
Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi syariah yang didukung sektor pertanian, perkebunan, peternakan, UMKM, industri halal, pondok pesantren, serta pengelolaan zakat dan wakaf produktif.
“Ekonomi syariah memiliki peluang besar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong pengembangan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat selama pelaksanaan Lasef 2026 sangat tinggi, terlihat dari partisipasi pelaku UMKM dan pengunjung pada berbagai kegiatan yang digelar.
Ia juga mengungkapkan bahwa business matching pembiayaan syariah yang difasilitasi bersama OJK dan lembaga keuangan syariah berhasil mencatat komitmen pembiayaan sekitar Rp230 miliar yang melibatkan 15 lembaga keuangan dan 9.873 UMKM.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, lembaga keuangan, dan pelaku usaha, ekonomi dan keuangan syariah di Lampung diharapkan terus berkembang serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
