Inflasi Lampung Terendah Nasional pada April 2026

BANDARLAMPUNG, NARASILAMPUNG.ID — Provinsi Lampung mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 0,53 persen pada April 2026, menjadikannya daerah dengan tingkat inflasi terendah secara nasional.

Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dibuka Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, dan diikuti secara virtual oleh Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Liza Derni, dari Kantor Gubernur Lampung, Selasa (5/5/2026).

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan inflasi nasional pada April 2026 masih terkendali dengan inflasi bulanan sebesar 0,13 persen dan inflasi tahunan 2,42 persen. Sementara itu, Lampung mencatat inflasi terendah di tingkat provinsi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,93.

Di tingkat kabupaten/kota, Kota Bandarlampung juga menjadi daerah dengan inflasi tahunan terendah secara nasional, yakni sebesar 0,33 persen dengan IHK 109,27.

Dalam arahannya, Tomsi Tohir meminta seluruh kepala daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) aktif melakukan pemantauan harga di lapangan dan mengambil langkah cepat terhadap kenaikan harga komoditas strategis.

Ia menegaskan bahwa inflasi ideal berada pada kisaran 2,5 persen dan mengingatkan pemerintah daerah untuk mewaspadai kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok seperti minyak goreng, bawang merah, gula pasir, cabai merah, dan beras.

Keberhasilan Lampung mencatat inflasi terendah nasional menunjukkan efektivitas langkah pengendalian harga yang dilakukan pemerintah daerah bersama TPID. Capaian ini sekaligus mencerminkan stabilitas ekonomi daerah dan terjaganya daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi nasional.

Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen terus menjaga stabilitas harga melalui penguatan sinergi antarinstansi, pemantauan pasar secara berkala, dan intervensi tepat sasaran pada komoditas strategis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *