Pemprov Lampung Perkuat Pembangunan SDM dan Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

BANDARLAMPUNG, NARASILAMPUNG.ID – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026 di Ballroom Hotel Radisson Bandarlampung.

Marindo mengatakan tema Rakorda, “Transformasi Kemendukbangga/BKKBN untuk Mewujudkan Lampung Maju dan Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”, sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029.

Menurutnya, Lampung saat ini berada pada fase penting menjelang puncak bonus demografi yang diproyeksikan terjadi pada 2035. Kondisi tersebut menjadi peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, namun harus diimbangi peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan keterampilan masyarakat agar tidak menjadi beban pembangunan.

Ia juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah, di antaranya penurunan angka kemiskinan menjadi 9,66 persen pada September 2025 dari 10,62 persen pada 2024, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 73,13 menjadi 73,98 pada 2025.

Marindo menegaskan keluarga merupakan fondasi utama pembangunan manusia. Karena itu, Pemprov Lampung mendorong integrasi program pembangunan keluarga dalam perencanaan daerah, penguatan sinergi lintas sektor hingga tingkat desa, serta pengelolaan data keluarga yang akurat dan berkelanjutan. Dengan sekitar 2,7 juta keluarga di Lampung, data yang valid menjadi kunci agar program tepat sasaran.

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Wahyuniati, mengatakan Indonesia sedang berada dalam momentum bonus demografi yang harus dimanfaatkan secara optimal. Transformasi Kemendukbangga/BKKBN dilakukan melalui peran sebagai penggerak kebijakan, integrator lintas sektor, dan penyedia data berbasis keluarga.

Ia menambahkan pendekatan pembangunan berbasis keluarga sangat penting, terutama bagi kelompok sasaran seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam penguatan 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Karena itu, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting keberhasilan program.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Lampung, Soetriningsih, menjelaskan Rakorda bertujuan mengevaluasi capaian Program Bangga Kencana 2025 sekaligus memperkuat sinergi percepatan program 2026, termasuk penurunan stunting berbasis keluarga.

Ia menyebut sejumlah capaian positif telah diraih, seperti keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melampaui target dan tingginya realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025. Namun beberapa indikator masih memerlukan perhatian, antara lain Total Fertility Rate (TFR), angka kelahiran remaja, dan median usia kawin pertama yang belum mencapai target.

Rakorda yang diikuti sekitar 120 peserta dari perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, dan mitra strategis ini diharapkan memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi kemajuan Lampung menuju Indonesia Emas 2045.

Pada kesempatan tersebut, Pemprov Lampung menerima Apresiasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) dari Menteri Mendukbangga/Kepala BKKBN atas penyusunan dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan berkualitas tahun 2025. Penghargaan diterima Ketua TP-PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Mirza, didampingi Sekdaprov Marindo Kurniawan.

Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung menerima Apresiasi Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) atas dukungan aktif terhadap Program Bangga Kencana, khususnya melalui gerakan ayah mengambil rapor sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *