Stadium General IAI Darul Fattah Lampung: Menghadirkan Dirjen Diktis Kemenag dan Deputi PMK RI, Usung Isu Eco-Theology

BANDARLAMPUNG, NARASILAMPUNG.ID – Institut Agama Islam (IAI) Darul Fattah Lampung sukses menyelenggarakan agenda Stadium General bertajuk “Eco-Theology”. Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan dua narasumber utama: Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag. (Dirjen Diktis Kemenag RI) dan Prof. Warsito, S.Si., DEA., Ph.D. (Deputi Kemenko PMK RI).

*​Transformasi Menuju IAI: Langkah Awal Kontribusi Global*
​Dalam sambutannya, Rektor IAI Darul Fattah, Dr. Ahmad Hadi Setiawan, M.Pd.I., mengungkapkan rasa syukur atas alih status institusi dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) menjadi Institut Agama Islam (IAI) Darul Fattah.

​”Perubahan status ini adalah transformasi semangat dan perluasan mandat akademik kami. Cita-cita kami jelas: INDAFA harus hadir memberikan kontribusi nyata, baik di kancah nasional maupun internasional, mencetak lulusan yang mampu mewarnai peradaban global dengan nilai-nilai Islam yang moderat dan progresif,” tegas Dr. Ahmad Hadi.

Eco-Theology: Harmonisasi Trilogi Tuhan, Manusia, dan Alam
​Sebagai pemateri pertama, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag. memaparkan esensi Eco-Theology secara mendalam. Beliau menekankan bahwa alam adalah bentuk representasi Tuhan yang wajib dijaga. Dalam pandangannya, keberagamaan yang sempurna tidak hanya berhenti pada ritual ibadah, tetapi juga pada kesantunan dalam memperlakukan alam.

​”Substansi ekoteologi adalah keseimbangan antara iman dan perawatan alam. Kita harus memahami konsep Trilogi antara Tuhan, Manusia, dan Alam. Ketiganya adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan; menjaga alam adalah bagian dari pengabdian kepada Tuhan dan tanggung jawab kemanusiaan,” ujar Prof. Suyitno.

​Beliau juga menyoroti perbedaan pola pikir lintas generasi. Menurutnya, dunia harus dipandang sebagai Jannatul Mukminin (ladang amal). “Orang tua terdahulu memiliki pola pikir jangka panjang; mereka menanam pohon hari ini agar manfaatnya bisa dirasakan anak cucu kelak. Sebaliknya, generasi sekarang cenderung ingin hasil instan. Kita harus kembali pada filosofi menanam untuk masa depan, karena apa yang kita lakukan ‘sekarang adalah besok’.”

​Membangun SDM Unggul yang Holistik
​Melanjutkan diskusi tersebut, Prof. Warsito membedah parameter yang harus dimiliki mahasiswa IAI Darul Fattah untuk menjadi SDM unggul di kancah nasional maupun global. Beliau merumuskan empat pilar utama:
1. ​Kesehatan Holistik: Memiliki kesehatan fisik dan mental yang prima.
2. ​Kecerdasan dan Kapabilitas: Kapasitas intelektual yang dibarengi dengan kemampuan praktik.
3. ​Produktivitas dan Kemandirian: Mampu mandiri dan produktif dalam berkarya.
4. ​Karakter dan Moralitas: Memiliki akhlakul karimah sebagai fondasi dasar kepemimpinan.

​”SDM unggul adalah mereka yang cerdas namun tetap berpijak pada moralitas. Inilah yang akan membawa INDAFA berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tambah Prof. Warsito.

​Tentang IAI Darul Fattah Lampung:
IAI Darul Fattah (INDAFA) adalah institusi pendidikan tinggi di Lampung yang berkomitmen pada integrasi keilmuan Islam dan pembangunan manusia yang berkelanjutan, guna mencetak generasi yang kompetitif di level internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *