UIN RIL Perkuat Pengendalian Internal dan Manajemen Risiko melalui FGD Maturitas SPIP

BANDARLAMPUNG, NARASILAMPUNG.ID – Satuan Pengawasan Internal (SPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penilaian Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) untuk memperkuat tata kelola, pengendalian internal, dan manajemen risiko di lingkungan universitas. Kegiatan berlangsung di Ruang Teater Lantai 2 Gedung Academic & Research Center, Kamis (15/10/2026).

FGD menghadirkan dua narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung, yakni Nova Tamara, S.E., dan Muhammad Muliazia Iqbal, M.P.A., Auditor Ahli Madya pada Bidang Instansi Pemerintah Pusat.

Kepala SPI UIN RIL, Dr. Fathul Mu’in, M.H.I., mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai maturitas SPIP sekaligus memperkuat penerapannya di seluruh unit kerja. Menurutnya, pengendalian internal menjadi bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan organisasi berjalan efektif, efisien, dan akuntabel.

Ia menyampaikan, skor maturitas SPIP UIN RIL saat ini berada pada angka 3,5. Pihaknya berharap hasil penilaian berikutnya dapat meningkat, dengan hasil yang diperkirakan keluar pada awal tahun mendatang.

Penilaian maturitas SPIP mencakup keandalan sistem pengendalian internal dalam mendukung kinerja instansi, termasuk pelaksanaan proses kerja dan pelaporan pada setiap unit. Dalam proses tersebut, SPI berperan sebagai tim penilai mandiri dengan Ketua Satgas SPIP Dr. H. Juanda Naim, M.H.

Selain capaian SPIP, UIN RIL juga mencatat prestasi dalam maturitas Badan Layanan Umum (BLU), dengan menempati peringkat kedua terbaik secara nasional di antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Capaian ini menjadi dorongan untuk terus menjaga kualitas tata kelola melalui pengendalian dan pengelolaan risiko secara berkelanjutan.

Fathul Mu’in menegaskan, peran SPI tidak hanya berfokus pada pemeriksaan, tetapi juga mencakup pendampingan, pemberian nilai tambah, serta penyusunan kajian untuk membantu unit kerja meningkatkan kualitas tata kelola. Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip Governance, Risk Management, and Compliance (GRC), yang meliputi tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan.

Dalam pemaparannya, Muhammad Muliazia Iqbal mengibaratkan pengendalian internal seperti sabuk pengaman (seatbelt) yang membantu melindungi organisasi dari berbagai risiko. Sementara itu, Nova Tamara membahas manajemen risiko sebagai elemen penting dalam memperkuat sistem pengendalian internal dan mendukung pencapaian tujuan organisasi.

Kegiatan yang dipandu Sekretaris SPI UIN RIL, Erike Anggraeni, S.E., M.E.Sy., ini diikuti jajaran pimpinan dan perwakilan unit kerja di lingkungan universitas.

Melalui FGD ini, UIN RIL berharap pemahaman mengenai SPIP terintegrasi dan manajemen risiko semakin meningkat. Penguatan pengendalian internal diharapkan menjadi komitmen bersama seluruh pimpinan dan unit kerja dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *