Mahasiswa Akuntansi Internasional Unila Raih Juara 1 Nasional Lomba Newscasting Universitas Brawijaya
BANDARLAMPUNG, NARASILAMPUNG.ID – Mahasiswa Program Studi S-1 Akuntansi (International) Universitas Lampung (Unila) angkatan 2025, Lucky Gany Rizky, kembali mengharumkan nama kampus dengan meraih Juara 1 nasional cabang Newscasting pada kompetisi yang diselenggarakan oleh Administration English Club Universitas Brawijaya.
Prestasi tersebut semakin memperkuat rekam jejak Lucky di bidang bahasa Inggris. Sebelumnya, ia berhasil meraih Juara 1 Newscasting pada 16th English Parade Universitas Brawijaya, Juara 3 Scrabble pada INASA Word Clash University Edition, serta Juara 1 Newscasting dan Juara 1 Scrabble pada EEC Internal English Competition.
Kompetisi berlangsung pada 21 Mei hingga 1 Juni 2026 melalui serangkaian tahapan, mulai dari seleksi internal organisasi, persiapan, penyusunan naskah berita, pengambilan video penampilan (shooting video performance), pengumpulan karya, proses penjurian, hingga pengumuman pemenang.
Lucky menjelaskan, cabang Newscasting merupakan kompetisi penyiaran berita berbahasa Inggris yang menuntut peserta menyusun naskah berita berdasarkan tema yang telah ditentukan, kemudian membawakannya layaknya seorang pembawa berita profesional dalam format video.
Ia mengaku mengetahui informasi mengenai kompetisi tersebut melalui Economics’ English Club (EEC) Universitas Lampung yang membuka seleksi internal untuk menentukan perwakilan. Berbekal pengalaman mengikuti berbagai kompetisi serupa, Lucky berhasil lolos seleksi dan dipercaya mewakili EEC dalam ajang nasional tersebut.
Dalam proses persiapan, Lucky memulai dengan menyusun naskah berita berdasarkan isu yang dipilih sesuai tema lomba. Naskah kemudian dikembangkan dengan memperhatikan struktur berita, akurasi fakta, pilihan kosakata, tata bahasa, hingga kualitas isi.
Selain itu, ia juga berlatih secara intensif untuk meningkatkan aspek penyampaian, mulai dari intonation, pronunciation, phrasing, fluency, tone, expression, gesture, body language, hingga eye contact, agar mampu tampil layaknya seorang news anchor profesional.
Proses penilaian dilakukan secara daring oleh dua dewan juri yang menilai dua komponen utama, yaitu kualitas naskah berita dan video penampilan berdasarkan aspek content, performance, serta English proficiency.
Di tengah persiapan kompetisi, Lucky juga harus membagi waktu dengan aktivitas akademik dan organisasi. Selain aktif di Economics’ English Club (EEC), ia juga terlibat dalam kegiatan AIESEC sehingga manajemen waktu menjadi tantangan terbesar yang dihadapinya.
“Menurut saya, ada tiga hal yang paling penting. Pertama, filtering kegiatan yang ingin diikuti agar timeline tidak saling berkontraksi. Kedua, time management yang baik, yang akan jauh lebih efektif apabila poin pertama sudah dilakukan. Ketiga, menjaga disiplin dan konsistensi terhadap komitmen yang sudah diambil, karena di setiap kesempatan yang diberikan kepada kita selalu ada harapan dan kepercayaan dari orang lain yang perlu dijaga,” ujarnya.
Lucky mengaku pengalaman mengikuti kompetisi tersebut memberikan pelajaran berharga bahwa menikmati setiap proses merupakan kunci untuk memberikan penampilan terbaik.
Menurutnya, ketika seseorang benar-benar menyukai bidang yang ditekuni, seluruh proses latihan dan persiapan akan terasa lebih ringan sekaligus menghasilkan performa yang maksimal.
Ia juga mengapresiasi peran Economics’ English Club (EEC) Universitas Lampung yang memberikan dukungan penuh selama proses kompetisi, mulai dari penyediaan kostum, kamera, lokasi pengambilan video, perangkat audio, hingga pendampingan melalui coaching dan mentoring. Bimbingan dari para presidium EEC juga dinilai sangat membantu dalam mengasah kemampuan newscasting.
Di akhir wawancara, Lucky mengajak mahasiswa untuk berani menemukan bidang yang benar-benar mereka minati dan menikmati setiap proses pengembangannya.
“Cari tempat yang tepat. Cari hal yang benar-benar kamu sukai. Lalu lakukan semuanya dengan penuh enjoyment. Because when you genuinely enjoy the process, striving no longer feels like a burden. It becomes something you’ll happily keep doing,” tuturnya.
Prestasi yang diraih Lucky Gany Rizky menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Lampung mampu bersaing di tingkat nasional melalui kompetensi bahasa Inggris dan keterampilan komunikasi. Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen Unila dalam mendorong pengembangan potensi mahasiswa agar mampu berprestasi di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik.
